Senin, 14 Januari 2013

“SEGALANYA BARU” PENDIDIKAN UNTUK TAHUN BARU

0 komentar
Share on :
"Saya mengibaratkan diri saya sebagai gelas kosong. Di saat gelas itu penuh, maka saya kosongkan lagi dengan isi yang baru. Dengan begitu, saya bisa terus belajar".


Tahun baru selalu bergulir terus setiap dan sepanjang waktu, tanpa disadari kita banyak tidak belajar dari macam kejadian-kejadian yang telah diperlihatkan tuhan sepanjang tahun 2012 yang telah lewat. Hal apa ayang kita tidak sadari ? Adakah orang banyak belajar bahwa semua kejadian itu untuk kita pelajari agar kita menjadi lebih baik,lebih mengerti dan lebih bijak dalam menghadapi kehidupan. banyak orang menilai itu tidak berhubungan dengan saya, itu tidak benar karena semua hal di dunia ini pasti berhubungan dengan kehidupan manusia dengan pribadi kita. Orang-orang bijaksana selalu pandai menilai dirinya sendiri bukan pandai menilai orang lain. Belajar kejadian di alam berarti belajar tentang kekuasaan tuhan.

Hidup manusia di dunia ini tidak selalu penuh dengan kebahagiaan, kesuksesan, keindahan, akan tetapi ada kalanya kehidupan manusia seperti roda yang berputar , mengalami penderitaan, kesedihan, kegagalan, dan lainnya. Pada intinya tidak selalu ada sukacita dalam hidup dan ada kalanya masalah datang dalam hidup manusia.

Transformasi hidup adalah perubahan, baik yang bersifat radikal (seketika) maupun progresif (bertahap) , yang diperlukan untuk memampukan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa untuk dapat kembali melakukan hal yang benar menurut pandangan Tuhan. Kata “transformasi” berasal dari dua kata dasar yaitu “trans” dan “form”. Trans berarti dari sisi satu kesisi lainnya (across) atau melampaui (beyond). Form disini berarti bentuk. Transformasi berarti perubahan bentuk yang lebih dari atau melampaui perubahan bungkus luar saja. Jadi, pada dasarnya transformasi berarti perubahan bentuk.

Ada sebagian orang berpandangan bahwa sesuatu yang disebut sebagai tradisi itu harus dipertahankan untuk tetap sama dan bila perlu jangan berubah. Oleh karena itu, apabila ada sebuah tradisi yang telah berubah dan tidak lagi sama dengan yang dulu, kadangkala sudah dianggap sebagai bukan tradisi lagi. Hal semacam ini banyak kita dengar terutama ketika kita duduk berdiskusi dengan sekolompok orang tua-tua di desa-desa yang kecewa dengan fakta perkembangan baru dalam masyarakat yang dinilai tidak sesuai lagi dengan nilai-nilai positif dalam tradisi yang dulu pernah mereka anut dan jalani. Namun dalam kenyataannya kecenderungan untuk mempertahankan sebuah tradisi agar tetap sama sejak dulu hingga sekarang, adalah suatu harapan yang mustahil. Tradisi adalah sesuatu yang selalu bertumbuh, berkembang dan selalu menjadi baru, seiring dengan perubahan jaman dan perubahan dalam masyarakat. Kira-kira inilah kesimpulan secara sosiologis apabila kita memperhatikan realitas yang ada di sekitar kita.

Tetapi, apabila kita dengan mata yang terang dan cermat memperhatikan dan menelusuri sejumlah fakta dalam masyarakat kita, saya merasa harapan para orang tua-tua di desa-desa tadi ada benarnya juga. Contoh kasus, coba kita perhatikan cara hidup kita di tahun yang baru ini, mulai dari tanggal 1 Januari s/d hari ini. Pertanyaan saya adalah: adakah sesuatu yang baru, yang sungguh-sungguh baru, sesuai dengan nama tahun baru? Perhatikan juga cara masyarakat kita dalam merayakan dan menyambut tahun baru; dari dulu sampai sekarang sama saja; ada pesta miras, ada perkelahian, ada kecelakaan bahkan sampai ada yang meninggal dunia. Perhatikan lagi cara kita menyapa orang lain dan cara kita memperlakukan orang lain, baik di dalam rumah maupun di tempat kerja kita.

Pada tahun 2013 ada banyak pemilihan umum kepala daerah dan terutama menjelang pemilihan umum nasional 2014. “Ini akan menjadi momentum mengumpulkan modal, terutama bagi politikus pemegang kekuasaan,” politikus akan melakukan penggelapan anggaran untuk pribadi atau kelompok partainya. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kekuasaan atau bahkan kalau bisa memperluas wilayahnya. Ia menanti-nanti masyarakat agar terus memantau Anggaran Pendapatan Belanja Negara maupun Anggaran Pendapat Belanja Daerah di tahun 2013-2014, karena rawan kebocoran. Sementara itu, menurut data Transparency International the Global Coalition Against Corruption, Negara Indonesia berada pada rangking V negara terkorup di dunia dan berhasil mendapat rangking I di Asia Pasifik. Bagaimana dengan kita di Papua, apakah kolusi, korupsi dan nepotisme sudah menjadi budaya? Dengan demikian, mari kita hapus semua bentuk kemunafikan itu.

Kita bisa membayangkan ternyata soal dan masalah pendidikan adalah sebuah pergumulan yang sudah sangat tua usianya dalam berusaha untuk menjadi sebuah wadah pendidikan yang berkualitas di tengah masyarakat. Oleh karena itu, sebagai generasi baru yang sedang berkarya di dunia pendidikan, kepada kita terdapat panggilan mulia untuk menjadikan lembaga pendidikan yang kita layani sebagai yang sungguh-sungguh menjadi wadah pembentukkan karakter dan kualitas hidup masyarakat yang semakin maju dan beradab. Theodore Roosevelt mengatakan: “To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society” (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman marabahaya kepada masyarakat). Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme.

Saya rasa itulah pesan utama kepada kita semua yang notabene adalah orang-orang yang akan dan terus berkarya di sebuah lembaga pendidikan dan dimanapun lembaganya di tahun yang baru (2013) ini. Sehingga betul-betul ada yang baru yang kita buat dan karyakan, supaya tidak-lah tepat apa yang saya sebut sebagai judul tulisan ini. Yang baru adalah segala-nya, baik semangat kita, motivasi kita, metode kita, disiplin kita, program kita, kinerja kita, pola dan strategi kita, serta gaya dan inovasi kita. Asalkan jangan ada suami atau isteri baru bagi yang sudah punya. Dan apabila semua ini bisa kita lakukan secara serius dan tekun di tahun yang baru ini, niscaya akan ada juga perubahan gaji dan tunjangan yang baru, sehingga bukan cuma 2013-nya saja.

Mari kita lihat (intropeksi) hidup kita selama tahun 2012 ini dan menerapkan rumus kehidupan yang saya buat ini untuk terus kita aplikasikan bagi kehidupan kita di tahun yang baru nanti. Hanya dengan tekun, sekalipun masih ada rasa cemas, hidup kita akan bertumbuh dan menjadi kesaksian bagi orang lain. Pernahkah kita gagal atau membuat kesalahan? Kenyatan bahwa manusia pernah gagal adalah bukti bahwa orang belum selesai. Kegagalan dan kesalahan dapat menjadi jembatan bukan penghalang bagi kehidupan yang lebih baik. Salah satu ciri orang hebat adalah berani merubah diri jika dia tahu bahwa dia salah. Belajar terus menerus adalah jawaban agar kita selalu dalam kondisi lebih baik dari waktu-kewaktu.

Kebanyakan orang memang tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas dan fokus, artinya mereka bingung dan buta di dunia ini sehingga tidak menghasilkan apapun dalam perjalanan hidupnya. Tetapkan tujuan yang jelas dan akan dicapai di tahun baru 2013 dan kerjakan rencana-rencana kita dan fakus kepada rencana tersebut. lebih baik salah dari pada tidak dan galau menetapkan suatu tujuan. 

Banyak orang meramalkan bahwa tahun 2012 adalah akhir dari dunia, namun ternyata tidak terbukti. Kiamat adalah Misteri Tuhan, tiada seorangpun yang tahu. Kiamat sebenarnya sedang terjadi pada diri kita dan sekitar kita. Korupsi, Pembunuhan, Narkoba, Pelanggaran Hak Asasi Manusia dan Merendahnya moral bangsa ini adalah kiamat untuk pelaku-pelakunya. Maka selaku manusia MAWAS lah selalu. 

 
Pertanyaan demi pertanyaan yang muncul ini semoga bisa menjadi bahan renungan kita agar kita bisa lebih memahami kondisi kita saat ini dan semoga kita bisa memetik sesuatu dan mengambil maknaknya. Saya tidak tahu apa yang sedang saudara rasakan (karena saya bukan Tuhan yang Maha Mengetahui, bukan pula dukun atau pun paranormal!?), karena saya pun sedang mencari tahu dan menggali kembali arah dan tujuan hidup saya.

Memasuki tahun baru 2013, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita, kita juga mungkin tidak tahu sampai berapa lama kita diberikan hidup, kita juga tidak tahu apa penderitaan , sakit, kesedihan yang akan kita alami di tahun baru ini akan tetapi kita harus lihat seburuk-buruknya masalah, sesakit-sakitnya kita akan tetap diberikan pelangi di balik hujan .Hanya TUHAN yang mempunyai kehebatan maka sangat logis jika seseorang ingin hebat dia harus lebih dekat kepada sesuatu yang punya kehebatan. Amin. Tuhan memberkati karya kita semua. 



 
Surabaya, 15 Januari 2013
Oleh

 
Yustinus G. Ukago

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya


0 komentar:

APA YANG ANDA TERPIKIRKAN DI BENAK,DENGAN ARTIKEL DI ATAS INI...
TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DI BAWAH INI.... !