Minggu, 10 Februari 2013

MUSMU DAN YESUS KRISTUS MENGINVESTASIKAN NILAI-NALAI KSELAMATAN DALAM KOMUNITAS AUJI SEBELUM DAN SESUDAH MISIONARIS

0 komentar
Share on :
Oleh
Fr. Kemby Kiryar,Pr.

Semoga komunitas Auji (Arso) jadi teladan untuk komunitas luar. Pada zaman ini banyak orang mengejar-ejar status, rebut kekayaan dan popularitas dengannya dapat terjadi persaingan tidak sehat dalam masyarakat Auji. Dengan mengejar kekayaan status dalam masyarakatnya diragukan kebenaranya. Sebab menurut image dan keyakinan orang Auji “kita sedang merendahkan martabat Kristus” dalam budaya kita sendri dalam image orang kampung yang percaya penuh pada Musmu sebagai kriteria unggul.

Karena Kristus tidak demikan, bila terjadi persaingan maka kita adalah orang yang sangat haus akan investasi Injil dan kabar gembira dari Tuhan agar dapat membelokan perilaku kita dan berikan paragdigma baru dari pada hidup senang dan berfoya-foya serta lupa akan nilai Kristosentris membangun Kerajaan Allah dalam dunia. Yesus Kristus sebagai investor kerajaan Allah yang mengvestasikan nilai-nilai Injili kepada orang banyak dan menjanjikan keselamatan kepada mereka dan khususnya dalam komunitas Auji. Kristus telah menjelama dalam budaya Auji, di mana kriteria Musmu sangat menentukan hidup baik, selamat dan bahagia dalam budaya orang-orang Auji.

Bagaimana pengalaman pribadi dan perjumpaan dengan Kristus dapat mengubah hidup kita, agar berusaha mengangkat martabat Kristus yang direndahkan dalam budaya sebelum Injil masuk tetapi kriteria dalam adat dan budaya seabgaiman memahami hakikat kebenaran tentang Siapa itu Yesus Kristus? adalah Musmu.

Musmu dalam bahasa Auji diartikan sebagai penyelamat, pembawa kabar keselamatan dan roh baik, kesuburan bagi manusia dari pada kesusahan, penderitaan, dan penindasan bagi manusia Auji. Ketika dalam mengalami tekanan-tekanan batin, memburuk dari pihak roh-roh jahat, pengangu hidup manusia Auji, maka itu tidak salah kriteria Musmu dipahami dan diteriman sebagai Kristus dari Allah.

Menurut saya dengan peran Musmu ini saya mengintperasikan bahwa Kristus telah ada sebelum Injil masuk maka itu tidak boleh direndahkan martabat Yesus Kristus dalam image orang pribumi Auji. Sebab Kristus telah ada dan lama menjelma dalam kebudayaan Gereja lokal (partikuler) dan komunitas Auji.

Sebab fungsi dan pengaruh musmu dalam image orang Auji sebagai figur dan pembawa kabar baik, wahyu, kesucian dan luhur serta benar-benar mempersembahkan hidupnya untuk keselamatan dunia dan ciptaan. Waktu dalam kesusahan, keterasingan, penindasan Musmu yang datang dan menginvetasikan hal-hal baik, suci, luhur, kebaikan, kebahagiaan dengan demikian keselamatan berupa hidup nafas dan rahmat peyembuhan dan keselamatan bagi orang Auji dalam tekanan aspek apapun dalam hidup dan hakirnya mereka dapat bebas dari tekanan-tekanan iblis dan setan atau roh jahat yang adalah Skanen.

Dengan bantuan Musmu memberikan hidup baik, keberlimpahan, kesuksesan dan hidup abadi berkaitan dengan iman, harapan, dan kasih. Sebab secara pribadi orang Auji telah mengalami serta merupakan hal konkret dan melatarbelakang spiritualitas mereka. Sehingga dapat membangun kepercayaan diri dalam komunitas orang Auji dan percaya bahwa dengan sikap dan tindakan Musmu ini telah menginvestasikan berbagai hal seperti harapan, kebaikan, kasih, damai, keadilan hidup abadi secara rohani kepada mereka dan secara pribadi pula merupakan pengalaman mereka akan Kristus sebagai peyelamat bagi mereka.

Dengan berdasarkan investasi kabar gembira dan Injil (“good news”) oleh Yesus Kristus dengan dasar Injilnya telah memenuhi image, pikiran, hati dan perasaan hidup pribadi dan membentuk komunitas orang Auji dalam terang Injil. Sebab Injil dan kabar keselamatan itu meyimpan dari paham ekonomis, (seperti seorang pengusah memiliki modal dan menamkanya pada usah-usaha kecil orang lain dan berharap agar ada saling pengertian dan kerja sama untuk kepentingan ekonomi makan, minum, kesejahetraan, kebahagiaan dan kekayaan sementara dalam dunia bisnis antara pengusaha dan orang lain dengan demikian, menciptakan dunia utopianisme dan millenium). Di mana wilayah itu bebas tekanan sosial-ekomoni.

Tetapi dalam image orang Auji, mereka tidak akan mundur dengan kabar gembira mereka tidak akan lupa akan kebaikan Musmu selama-lamanya dalam hidup ini hingga hakir zaman nanti di dunia. Jadi selama mereka masih hidup dalam dunia ini mereka tetap berusaha hidup baik dan menjaga dan memilihara hidup imanya dan melaksanakan kabarnya gembira ditengah dunia ini sebagai umat kristen.

Personal Reflection On Theology and Christology Perspective In Melanesia.

Penulis adalah Mahasiswa STFT ”Fajar Timur” Abepura Papua

0 komentar:

APA YANG ANDA TERPIKIRKAN DI BENAK,DENGAN ARTIKEL DI ATAS INI...
TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DI BAWAH INI.... !